Skip to main content

Posts

Budaya Malu adalah Identitas Muslim

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. Kami berkata, “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami malu, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)”. Rasulullah SAW bersabda, “Bukan begitu, tetapi malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu itu ialah kamu menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya, kamu menjaga perut dengan segala isinya, dan hendaklah kamu mengingat mati dan kehancuran. Barangsiapa menghendaki akhirat dengan meninggalkan kemewahan dunia, orang yang berbuat demikian, maka ia telah malu yakni kepada Allah dengan sebenar-benar malu”. [HR Tirmidzi juz 4, hal. 53, no. 2575] Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tampak dari dianugerahkannya akal, sehingga manusia seharusnya mampu memilah antara yang hak dan batil. Berbeda dengan makhluk tumbuhan dan binatang, dimana nafsu lebih mendominasi tanpa akal. Malu merupakan sifat yang mu...

TERORISME DALAM PANDANGAN AGAMA ISLAM

Sebelum kita membahas tentang terorisme menurut pandangan agama Islam, terlebih dahulu marilah kita pahami tentang pengertian terorisme. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, artinya : Terorisme    :    Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik). Tetoris    :    adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik). Teror    :    perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan. Selanjutnya mari kita cermati dan kita tela’ah kembali ajaran Islam, agama yang diridlai Allah SWT, sebagai petunjuk bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia yang sedang kita jalani sekarang ini, maupun kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak. Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam di teng...

Keutamaan Dzikir kepada Allah

Firman Allah : ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَّ سَبّحُوْهُ بُكْرَةً وَّ اَصِيْلاً. الاحزاب:41-42 Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. [QS. Al-ahzab : 41-42] وَ اذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّ خِيْفَةً وَّ دُوْنَ اْلجَهْرِ مِنَ اْلقَوْلِ بِاْلغُدُوّ وَ اْلاصَالِ وَ لاَ تَكُنْ مّنَ اْلغفِلِيْنَ. الاعراف:205 Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [QS. Al-A’raf : 205] فَاذْكُرُوْنِيْ اَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْلِيْ وَ لاَ تَكْفُرُوْنِ. البقرة:152 Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku. [QS. Al-Baqarah : 152]. اِنَّ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمتِ وَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْ...

Al-Qur’an Berbicara tentang Facebook

Tujuan utama dibuatnya FB adalah untuk membuat jaringan global sehingga masing2 bisa berbagi. Dan yang ternyata tidak ketinggalan, banyak juga orang curhat (bisa dibilang ngeluh gak ya?) lewat FB. Trus, apa hubungannya dengan judul di atas? Disadari atau tidak, keberadaan FB harus disikapi dengan bijak apalagi sebagai seorang muslim. Lho kok? FB ibarat pisau yang bisa mendatangkan manfaat atau madharat. Tentang ini, bisa dilihat  Pengaruh HP dan FB bagi perkembangan remaja . Menyoal banyaknya orang curhat/ngeluh lewat FB, Al-Qur’an bahkan sudah membahasnya sejak 14 abad yang lalu. Jauh sejak sebelum Mark Zueckenberg dilahirkan. Silakan dibuka QS. Al-Ma’arij (70) :19-21. Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, dia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan/harta, dia menjadi kikir . Dengan ayat itu, coba kita lihat kembali ke belakang. Mana yang lebih banyak dari status FB kita, apakah bernada mengeluh atau bernada berbagi nikmat. Ten...

Doa-doa di dalam Al-Qur’an (1)

وَ مِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّ فِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ . البقرة: 201 Dan diantara mereka ada orang yang berdoa, Robbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa ‘adzaaban-naar "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” .   [QS. Al-Baqarah : 201] لاَ يُكَلّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَا اَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه وَ اعْفُ عَنَّا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ . البقرة: 286 Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahata...